Disusun Oleh Kelompok 3:
- Agung Budi Laksono
- Dean Aditya
- Bayu Setiawan
- Kemal Abdillah
- Wahyudi
- Sabillal Kahfy Nurillah
(TM I, II, III)
SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Teknologi komputer saat ini berkembang begitu pesat. Berbagai aplikasi sistem informasi memungkinkan pemrosesan data dan laporan dengan cepat. Ragam penggunaan teknologi mengakibatkan seluruh bidang kehidupan berubah, tidak terkecuali pada organisasi bisnis. Para manajer saat ini dan di masa yang akan dating, setiap saat dituntut mengetahui perkembangan informasi yang dapat diakses dari media telekomunikasi. Hal ini merupakan tantangan bagi organisasi bisnis untuk bagaimana bersikap dan bertindak.
Mengapa kita perlu sistem informasi? Ilustrasi berikut mungkin dapat mewakili jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebuah toko klontong (yang biasa menjual kebutuhan harian) mengelola usahanya dengan memperhatikan secara langsung perubahan kekayaan tokonya secara fisik. Perubahan kekayaan fisik dapat dilihat dari perubahan barang dagangan, uang tunai dan para pelanggan yang berkunjung tiap harinya. Suatu ketika toko tersebut menjadi lebih besar, bertambah luas bahkan ekspansi sesuai dengan perkembangan omzetnya. Pada tahap ini pemilik usaha tidak lagi dapat mengandalkan usahanya dengan pengamatan fisik semata, terhadap segala aktivitas organisasi. Ia membutuhkan informasi dari orang lain. Dengan demikian ia membutuhkan orang lain untuk mendukung perkembangan usahanya.
Informasi yang disampaikan tersebut jika volumenya makin besar, maka ia menggunakan laporan tertulis. Karena ukuran perusahaan makin besar, maka frekuensi pelaporan dan masalah waktu sangat penting. Selanjutnya muncul kebutuhan untuk menggunakan bantuan teknologi komputer dan telekomunikasi. Perkembangan usaha seperti ini salah satunya kita kenal dengan usaha supermarket, dimana bila skala usaha makin besar maka pengelolaannya harus mengandalkan teknologi informasi. Yang dianggap menjadi sumber daya paling berharga.
Pada dasarnya manajer mengelola lima jenis sumber daya utama ( Mc Leod : 1995) yaitu :
1. Manusia
2. Material
3. Mesin
4. Uang
5. Informasi
Pengelolaan sumber daya tersebut tidak terlepas dari sistem informasi, seiring perubahan lingkungan bisnis. Ada beberapa kekuatan yang mendorong kekuatan perubahan tersebut :
1. Pertumbuhan ekonomi secara global.
Pertumbuhan ekonomi secara global terjadi akibat aktivitas bisnis yang didukung oleh teknologi informasi, sehingga menyebabkan :
a. Manajemen dan pengendalian pada berbagai tempat dibanyak negara.
b. Tingkat persaingan dipasar dunia
c. Unit-unit usaha yang berada lintas negara
d. Sistem pengiriman produk antar negara
2. Perubahan ekonomi industrial
Terdiri dari beberapa elemen perubahan antara lain :
a. Pengetahuan dan informasi
b. Produktivitas
c. Produk dan jasa-jasa baru
d. Kepemimpinan
e. Persaingan berdasarkan waktu
f. Siklus hidup produk yang lebih singkat
g. Basis pengetahuan pekerja yang terbatas
3. Perubahan Perusahaan, terdiri dari :
a. Struktur organisasi yang mendatar
b. Desentralisasi
c. Fleksibilitas
d. Kebebasan lokasi
e. Biaya transaksi dan koordinasi yang rendah
f. Pemberdayaan
g. Kerjasama tim
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Konsep Dasar Sistem Dan Informasi
Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur, unsur-unsur atau elemen-elemen yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan atau mencapai sasaran tertentu. Sedangkan prosedur merupakan suatu urutan operasi tertulis dan biasanya melibatkan beberapa orang didalam satu atau lebih departemen yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Sistem juga merupakan kumpulan elemen-element yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses input menjadi output yang ditujukan guna pencapaian tujuan.
Elemen-elemen sistem terdiri dari :
Penjelasan Tujuan, batasan dan control akan berpengaruh pada input, proses dan output. Input yang masuk akan diproses dan diolah sehingga menghasilkan output. Output akan dianalisis dan akan menjadi umpan balik bagi sipenerima dan akan menjadi pertimbangan selanjutnya bagi input serta berkembang sesuai permasalahan yang ada.
Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan. Sistem informasi juga dapat membantu manajer dalam menganalisa masalah, memvisualisasi masalah-masalah kompleks dan menciptakan produk-produk baru. Sistem informasi ini terdiri dari informasi mengenai orang, tempat dan lingkungan yang berhubungan dengan organisasi secara keseluruhan.
Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi manusia. Data adalah aliran fakta-fakta mentah yang menunjukkan peristiwa yang terjadi dalam organisasi dan lingkungan fisik sebelum diorganisir dan ditata menjadi suatu bentuk yang bisa dipahami dan digunakan.
Aplikasi Sistem Dalam Organisasi
Karena adanya perbedaan kepentingan, kekhasan, tingkatan dalam organisasi, maka terdapat perbedaan pula pada sistem informasi yang digunakan. Ada empat sistem informasi yang terjadi pada berbagai organisasi :
1. Sistem informasi pada tingkat operasional yaitu sistem informasi yang memonitor aktivitas mendasar dan transaksi organisasi.
2. Sistem informasi pada tingkat pengetahuan yaitu sistem informasi yang mendukung pekerja pengetahuan dan data dalam organisasi.
3. Sistem informasi pada tingkat manajemen yaitu sistem informasi yang mendukung, memonitoring, pengawasan, pembuatan keputusan dan aktivitas administratif manajer tingkat menengah.
4. Sistem informasi pada tingkat strategis yaitu sistem informasi yang mendukung kegiatan perencanaan jangka panjang dari manajemen puncak.
Sistem informasi mungkin berbeda didasarkan pada kekhususan fungsi.Fungsi organisasi yang penting seperti penjualan, pemasaran, produksi, keuangan, akuntansi dan sumberdaya manusia, yang masing-masing dilayani oleh sistem informasinya sendiri. Pada organisasi yang besar, sub fungsi dari setiap fungsi mungkin saja memiliki sistem informasinya sendiri. Misalnya fungsi produksi memiliki sistem manajemen persediaan, pengawasan proses, pemeliharaan pabrik, computer-aided engineering dan perencanaan kebutuhan bahan baku (Material requirements planning).
Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi
Kesempatan penerapan sistem informasi telah membawa penggunaan teknologi yang lebih besar dari sebelumnya. Karena dihadapkan dengan permintaan barang dan jasa yang berkembang, kebanyakan departemen sistem informasi telah melakukan perubahan secara nyata dengan dukungan teknologi. Perubahan-perubahan tersebut antara lain :
1. Penurunan waktu pengembangan produk dan biaya pemanufakturan, yaitu dengan teknologi berbasis computer dengan menggunakan teknik MAP (Manufacturing Automation Protocol) dan CIM (Computer-Integrated Manufacturing).
2. Jasa perbankan Cross-Selling.
3. Perbaikan system perdagangan eceran.
4. Peningkatan akses informasi pelanggan.
5. Memungkinkan pencatatan otomatis.
6. Mengintegrasikan semua fungsi nilai tambah, dan
7. Kontribusi terhadap persaingan secara keseluruhan.
Bidang Aplikasi Teknologi Informasi
Untuk memahami berbagai macam aplikasi teknologi informasi, maka diperlukan suatu kerangka kerja. Kerangka kerja ini diperlukan untuk dapat membedakan aplikasi sistem informasi tersebut yakni :
Bidang Aplikasi Pendukung Manajemen :
- Transaction Processing Systems
- Decision Support Systems
- Group Decision Support Systems
- Geographic Information Systems
- Executive Information System
- Office Automation
- Factory Automation
- Computer-IntegratedManufacturing
- Artificial Intelligence Virtual Reality
- Bidang Aplikasi Berbasis Rancang Bangun
- Distributed Systems Client/Server Systems
(TM IV)
DAUR HIDUP PENGEMBANGAN
SISTEM
- Investigasi awal
- Analisa sistem
- Desain sistem
- Pengembangan sistem
- Pelatihan dan implementasi sistem
- Perawatan sistem
Penjelasan:
1. Investigasi awal
Investigasi awal akan menentukan kebutuhan apa saja yang diperlukan bagi sistem informasi yang baru.
Tugasnya:
- Mendefinisikan problem, informasi apa yang dibutuhkan oleh siapa dan kapan.
- Menyarankan sistem alternatif.
- Mempersiapkan laporan singkat kepada tim manajemen.
2. Analisa sistem, data dikumpulkan tentang sistem yang sudah ada.
Tugasnya:
- Mengumpulkandata, menggunakan teknik observasi, interview, dan questionnaire dan melihat pada dokumen-dokumen yang telah lalu seperti chart organisasi.
- Menganalisa data menggunakan beberapa alat analisa.
- Menunjukkan hubungan antara input dan output dari dokumen.
- Tabel keputusan yang menunjukan keputusan apa yang harus diambil ketika kondisi-kondisi tertentu terjadi dan hasil apa yang dapat diharapkan menggunakan system flowchart dan juga data flow diagram.
3. Desain sistem, terdiri dari:
(TM VI)
1. Pengertian Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
2. Sejarah jaringan komputer
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal (lihat Gambar 1) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Gambar 1 Jaringan komputer model TSS
Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Gambar 2 Jaringan komputer model distributed processing.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
- Mendesain sistem alternative menggunakan alat-alat pemrograman.
- Sistem kemudian dievaluasi feasibilitasnya secara ekonomi, teknikal, dan operasional.
- Memilih sistem yang paling baik, yaitu sistem yang fleksibel, aman, dan efektif dari sisi biaya.
- Menulis laporan desain sistem, mendeskripsikan fase ini untuk manajemen. DFD biasanya digunakan untuk dokumen dan untuk menganalisis data flow dan informasi dalam sistem.
- Pengembangan perangkat lunaknya.
- Pengadaan perangkat keras.
- Pengetesan sistem baru.
5. Pelatihan dan implementasi sistem
Konversi adalah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Tipe-tipe konversi:
- Pendekatan langsung, meninggalkan sistem lama dan langsung memakai sistem yang baru.
- Pendekatan parallel, mencoba sistem baru hanya pada satu atau sedikit bagian dari organisasi.
- Pendekatan berhahap, yaitu implementasi sistem secara gradual.
6. Perawatan Sistem
- Audit sistem, analist dari sistem membandingkan sistem yang baru dengan spesifikasi desain yang telah ditentukan di awal untuk melihat apakah sistem tersebut produktif.
- Evaluasi secara periodik dan diperbaharui bila dibutuhkan.
Informasi pada level manajemen:
- Top-level management akan lebih mementingkan gambaran besar dan perencanaan jangka panjang, memproyeksikan event yang mungkin terjadi di masa depan.
- Mid-level management akan lebih mementingkan system control dan perencanaan, serta implementasi tujuan jangka panjang.
- Level Supervisor akan lebih berfokus pada kontrol operasional harian, memonitor even yang berlangsung dalam basis harian dan juga mensupervisi para pekerja.
Informasi mengalir baik secara veikal (diantara manajer) dan juga horizontal (diantara departemen).
Hampir semua organisasi modern memiliki database terkomputerisasi yang mencatat aktivitas rutin harian yang kita kenal dengan transaksi. Ada beberapa level dari sistem informasi terkomputerisasi yaitu:
A. Sistem Pemrosesan Transaksi
Mensubstitusikan pemrosesan berbasis komputer dari pencatatan manual, berhubungan dengan proses rutin yang telah terstruktur termasuk aplikasi pencatatan. Contohnya: Terdapat pada sistem informasi akuntansi yang mengontrol setidaknya 6 aktivitas:
- Pemrosesan sales order – pencatatan pesanan dari konsumen.
- Account Recievables – memperlihatkan uang yang masih “tertahan” di kustomer (uang piutang).
- Sistem pembelian dan inventory ketersediaan perlengkapan dan barang jadi dan barang-barang persediaan dan servis yang telah dibeli.
- Account payable – menunjukan hutang.
- Pembayaran – menunjukkan cek, pembayaran gaji, tunjangan, dll.
- Buku besar – menunjukkan semua transaksi di atas.
B. Sistem Informasi Manajemen
Menyediakan input yang digunakan dalam proses penentuan keputusan manajerial, berfungsi untuk mendukung situasi pengambilan keputusan yang terstruktur dimana kebutuhan informasi dapat diantisipasi. Sistem informasi manajemen membutuhkan sistem manajemen database untuk mengintegrasikan database kepada departemen-departemen yang berbeda.
Sebuah SIM dapat mengeluarkan laporan yang berbeda-beda:
1. Laporan periodic – dikeluarkan dengan interval yang regular
2. Exception report – menunjukan event-event yang belum
diperhitungkan sebelumnya
3. Laporan permintaan – dikeluarkan pada saat dibutuhkan (on-demand )
C. Executif Support System
Sistem berbasiskan komputer yang kompatibel dengan gaya kepemimpinan manajemen dan tanggung jawab eksekutif.
D. Expert Support System
Sebuah program komputer yang menggunakan data dan aturanaturan teentu untuk menyerupai keputusan yang mungkin dibuat oleh pakar. Sistem ini didesain untuk mendukung penggunanya
dengan merekomendasikan keputusan yang spesifik, merekomendasikan aksi, atau membuat prediksi.
E. Work Group Support System
Sistem otomatis yang diarahkan untuk membuat pekerja semakin produktif dengan mengubh struktur dan aktivitas dari kantor dan juga work group lainnya.
(TM V)
KOMPUTER DAN PEMROSESAN TRANSAKSI
Bagian terpenting dari sistem informasi adalah pemahaman tentang sistem komputer, karena aplikasi sistem informasi lebih banyak berbasis komputer. Pada pembahasan sistem informasi manajemen, teknologi informasi termasuk komputer, media komunikasi, jaringan, mesin pabrik, mesin faksimili semuanya dikontrol olah komputer.
Pada dasarnya, ada dua kategori teknologi informasi yang penting bagi manajer dalam organisasi atau perusahaan, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Kedua teknologi informasi ini berpengaruh pada struktur organisasi, cara berbisnis, cakupan organisasi, pekerjaan dan karir karyawan.
EVOLUSI SISTEM KOMPUTER
Perkembangan komputer dapat kita lihat menurut generasi komputer yakni :
Komputer Generasi Pertama
Komputer pertama kali digunakan pada tahun 1946 dengan nama ENIAC (Electonic Numerical Integrator and Computer), menggunakan tabung hampa udara, diperkenalkan oleh Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert Jr, dari Moore School of Electrical Engineering University of Pennsylvania. Kemudian tahun 1950an IBM mulai memproduksi yang selanjutnya memperoleh posisi dalam industri komputer.
Komputer Generasi Kedua
Komputer generasi ini sudah tidak menggunakan tabung hampa udara lagi tapi menggunakan inti magnetic (menggunakan kabel).
Komputer Generasi Ketiga
Komputer ini mulai dikembangkan 7 April 1964 oleh IBM yang mengusung penggunaan The System/360 dengan penggunaan sirkuit yang terintegrasi dan tidak lagi menggunakan transitor.
Komputer Generasi Keempat
Komputer ini ditandai dengan perkembangan evolusioner dari komputer sebelumnya.
Perkembangan Minicomputers
Perkembangan komputer generasi ini sudah dimulai bersamaan dengan perkembangan komputer generasi ketiga dan keempat, dikembangkan oleh beberapa perusahaan dunia seperti Digital Equipment Corporation (DEC), Data General dan Hewlett Packard. Komputer ini relatif lebih rendah dan memiliki kemampuan lebih yang perkembangannya dimulai tahun 1970 dan 1980an yakni dengan menggunakan chip sebagai prosesornya yang kita kenal dengan Personal Computer (PC) dan berkembang cepat dengan kemampuannya serta mengalami perkembangan maupun inovasi.
Komponen Dasar Sistem Komputer
Terdiri dari dua jenis yaitu :
1. Komputer Digital, yaitu komputer yang beroperasi secara langsung berdasarkan angka-angka atau digit yang biasa kita gunakan saat ini.
2. Komputer Analog, yaitu komputer yang memanipulasi jumlah fisik tertentu dan dianalogkan seperti voltase atau kecepatan perputaran suatu sorotan yang menunjukkan angka-angka yang masuk dalam proses perhitungan dan memiliki keakuratan tertentu.
(TM VI)
MANAJEMEN DATABASE
Komputer pada awalnya digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang membutuhkan kalkulasi angka yang rumit dan membosankan. masalah-masalah yang dihadapi itu membutuhkan sedikit input dan sedikit output. dewasa ini perusahaan banyak membutuhkan jumlah input dan output yang sangat besar, dan perusahaan seringkali membutuhkan komputer untuk memecahkan masalah-masalah yang ada pada perusahaan.
Zaman semakin maju, dan kehidupan bisnis semakin membuat banyak orang ingin membuka usaha dan pasti sangat membutuhkan dengan yang namannya sistem manajemen database. Sistem manajemen database itu sendiri adalah suatu aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur basis data, data itu sendiri, hubungan diantara data dalam basis data dan nama-nama formulir, jenis-jenis data, angka dibelakang desimal, jumlah karakter, nilai-nilai default, dan seluruh uraian file lainnya.
1. PENGERTIAN SISTEM DATABASE
1. PENGERTIAN SISTEM DATABASE
- Perangkat lunak yang mengelola database disebut Sistem Manajemen Database (Database Management System) – DBMS. Semua DBMS memiliki suatu pengolah bahasa deskripsi data (Data Description Language processor ) yang digunakan untuk menciptakan database serta pengelola database yang menyediakan isi database bagi pemakai.
- Berikut ini pengertian database yang diberikan oleh James Martin dalam bukunya “database organization ” sebagai berikut : Database adalah suatu kumpulan data terhubung (interrelated data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa menatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data (controlled reducancy) dengan cara tertentu sehingga mudah di gunakan atau di tampilkan kembali.
- Sistem manajemen basis data (database) adalah suatu aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur basis data,data itu sendir, hubungan diantara data dalam basis data dan nama-nama formulir, jenis-jenis data, angka dibelakang desimal, jumlah karakter, nilai-nilai default,dan seluruh uraian file lainnya.
2. MODEL SISTEM DATABASE
Ada beberapa model data di dalam suatusistem database. Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan bagaimana pemakai (User) dapat melihat data secara logis, dan beberapa model data akan ditinjau pada bagian model data relasional (Relational data model ) menjadi model data terpilih yang akan mendominasi
dalam pembahasan lebih lanjut, bahkan akan ditinjau secara lebih mendalam pada bab sendiri.
3. ELEMEN SISTEM DATABASE
Sistem database mempunyai beberapa elemen penyusun sistem. Elemen-elemen pokok penyusun sistem database adalah sebagai berikut :
a. DATABASE
Database adalah suatu kumpulan data terhubung (interrelated data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa menatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data (controlled redudancy) dengan cara tertentu sehingga mudah di gunakan atau di tampilkan kembali.
b. SOFTWARE ( PERANGKAT LUNAK)
Perangkat lunak dalam sistem database terdiri dari 2 macam, yaitu database management system (DBMS) dan database Application Software (DBAS).
Ada perbedaan antara program aplikasi untuk database tersebut, perbedaan tersebut meliputi cara deskripsi data dan relasi antar data penggunaan report generator dalam program aplikasi untuk database.
c. HARDWARE ( PERANGKAT KERAS)
Perangkat keras dalam suatu sistem database mempunyai komponen utama yang berupa unit pusat pengola (Central Processing Unit atau CPU) dan unit penyimpan (storage unit). CPU mempunyai beberapa bagian penting yaitu unit aritmatika dan logika (Aritmetic and Logic unit atau ALU), memori utama (in Memory), dan unit pengendali (control unit). Dan media penyimpan umum adalah maghnetic disk Hard (disk dan copy disk). Sedangkan media penyimpan untuk data cadangan (Bakcup data) yang umum adalah maghnetic tape.
d. MANUSIA (BRAINWARE)
Manusia merupakan elemen penting pada sistem database. Tipe orang yang menggunakan sistem database adalah berbeda-beda dan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda pula.
4. STRUKTUR DATABASE
Struktur database adalah cara data di organisasi agar pemprosesandata menjadi lebih efesien. Berikut ini terdapat macam –macam struktur database yaitu:
a. Struktur database hierarkis
sistem manajemen database yang pertama dikembangkan oleh GE pada tahun 1964. database ini dipengaruhi oleh hasil kerja standarisasi comite bahasa sistem data.
b.Struktur database jaringan
struktur database jaringan dikembangkan untuk memungkinkan penarikan record-record tertentu. Secara konseptual setiap record dalam basis data dapat menunjuk kesemua record lain didalam database ibaratnya seperti meloncat kesetiap cabang kesebuah pohon.
c. Struktur database relational
organisasi bisnis menerapkan sistem manajemen database yang dibangun berdasarkan struktur jaringan. Namun organisasi masih membutuhkan cara untuk mengatasi masalah-masalah manajerial dalam penggunaan database.
5. SISTEM MANAJEMEN DATABASE(DBMS)
DBMS merupakan salah satu elemen dalam sistem database. DBMS adalah perangkat lunak yang menberi fasilitas (yang tersedia dan dapat digunakan) untuk melakukan fungsi pengaturan, pengawasan, pengendalian atau kontrol, pengolahan, dan koordinasi terhadap semua proses/operasi yang terjadi pada sisitem database.
6. RELASIONAL DATABASE
Model data relasional menjelaskan kepada pemakai (user) tentang hubungan logis antar data dalam basis data dengan bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukan atribut.
7. TEKNIK MANIPULASI DATA
Manipulasi data merupakan suatu cara untuk menyediakan data bagi para pemakai atau informasi untuk para pembuat keputusan (manager).
8. NORMALISASI
Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam database.
ADA BEBERAPA TAHAP NORMALISASI YAITU :
- Bentuk tidak normal (Unnormalized Form)
- Bentuk Normal kesatu (1 NF/First Normal Form)
- Bentuk Normal Kedua (2NF/Second Normal Form)
- Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form)
- Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
9. PERANAN SISTEM DATABASE
Suatu sisitem database merupakan satu dari beberapa komponen penting penyusun SIM sehingga keberadaan sistem database didalam SIM adalah “mutlak” karna suatu sistem tudak akan berfungsi bahkan tidak akan terwujud tanpa melibatkan sistem database tersebut.
10. SISTEM DATABASE SEBAGAI KOMPONEN SIM
Suatu sistem database merupakan salahsatu beberapa dari komponen penting penyusun SIM. Sebagai komponen penyusun database sangat diperlukan untuk mendukung fungsi kinerja SIM. Fungsi sistem database itu sendiri didalam SIM juga sangatlah penting sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan dan sistem database disertakan dengan bahan baku produk dalam proses produksi.
11. SISTEM DATABASE SEBAGAI SARANA
UNTUK EFEKTIFITAS SIM
Disamping itu sistem database akan memberikan dukungan bagi tercapainya efektifitas SIM karena data-data yang disusun dan disimpan dalam file-file database adalah data yang bener (valid). selain itu, perangkat lunak yang ada dan digunakan didalamnya juga telah diuji kebenarannya, keakuratannya, serta keandalannya. Dengan demikian, sistem management database yang ada didalam SIM hanya memuat perangkat lunak yang benar. Dengan kata lain, sistem basis data mampu memberikan dukungan yang besar terhadap efektifitas SIM.
MENEMPATKAN SISTEM MANAJEMEN DATABASE DALAM PERSPEKTIF
Ada dua sistem manajemen database dalam
perspektif.
1. Keuntungan DBMS
- mengurangi pengulangan data.
- mencapai independensi data.
- mengambil data dan informasi dengan cepat.
- keamanan yang lebih baik.
2 . Keterbatasan DBMS
- Memberi perangkat lunak yang mahal.
- Mendapatkan konfigurasi perangkat keras yang besar.
(TM X)
TELEKOMUNIKASI DAN NETWORKING
1. Pengertian Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
2. Sejarah jaringan komputer
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal (lihat Gambar 1) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Gambar 1 Jaringan komputer model TSS
Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Gambar 2 Jaringan komputer model distributed processing.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
3. Jenis-Jenis Jaringan Komputer
1. Berdasarkan Skala
1. Local Area Networks
Adalah sekumpulan komputer dan perangkat-perangkat lainnya (seperti printer) yang saling berhubungan melalui suatu medium yang sama. Medium tersebut umumnya terbuat dari kabel tembaga, tapi medium kabel ini tidak dapat di pakai untuk sistem jaringan tanpa kabel, medium serat optik dan beberapa medium lainnya. LAN khususnya menghubungkan komputer-komputer jarak dekat secara fisik, misalnya diruang atau gedung yang sama. Jumlah komputer dan peralatan lain yang dapat dihubungkan kesatu LAN terbatas. Batasan tersebut berfariasi tergantung medium yang menghubungkan komputer tersebut dan perangkat lunak LAN yang digunakan.
Sebagai patokan umum, LAN hanya mampu menjangkau jarak total sekitar setengah mil saja, dan jarak antara komputer-komputer yang dihubungkan oleh medium komunikasi tersebut tidak lebih dari 60 kaki. Jarak tersebut hanyalah patokan umum karena jarak sebenarnya ditentukan oleh jenis medium komunikasi, network interfase card yang digunakan, dan perangkat lunak LAN yang menentukan jarak tempuh aktual.
2. Metropolitant Area Network Adalah jaringan yang jarak fisiknya terbatas, kira-kira 30 mil. Jangkauan jarak merupakan hal yang membedakan karakteristik MAN dengan LAN. Secara konseptual MAN diasosiasikan sebagai jaringan yang menghubungkan semua ruang utama didalam gedung (semua departemen) menjadi satu. Menghubungkan beberapa gedung dari berbagai organisasi menjadi satu, misalnya menghubungkan bangunan-bangunan yang ada disebuah unuversitas, merupakan aplikasi umum dari MAN.
3. Wide Area Network
Adalah jaringan yang jangkauannya mencangkup daerah geografis yang luas, seringkali mencangkup Kota, Negara bahkan Benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
2. Berdasarkan Kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu:
1.Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
- Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu computer server.
- Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberpa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.
2.Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:
- Jaringan LAN
Merupakan jaringan yang menghubungkan dua komputer atau lebih dalam cakupan seperti labolatorium, kantor, dalam satu warnet.
- Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencangkup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.
- Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT Telkom, PT Indosat, serta jaringan GSM seluler, seperti, satelindo, telkomsel, dan
3.Berdasarkan peranan dan hubungan tiap computer dalam memproses data
- Jaringan Client-server
Pada jaringan ini terdapat satu atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan computer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.
- Jaringan peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun computer server, karena semua komputer dapat melakuan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.
4. Berdasarkan media tranmisi data
- Jaringan berkabel(Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antara komputer jaringan.
- Jaringan nirkabel (WI-FI)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer.
5. Protokol
Protokol adalah sekumpulan aturan yang mendefenisikan beberapa fungsi seperti pembuatan hubungan, menirim pesan, data, informasi atau file yang harus dipenuhi oleh transmitter dan receiver agar suatu komunikasi data dapat berlangsung dengan baik dan benar. Di samping itu, protocol juga merupakan sekumpulan aturan untuk memecahkan masalah-masalah khusus yang terjadi antar alat-alat komunikasi agar transmisi data dapat berjalan dengan baik dan benar.
Protokol jaringan disusun dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Jumlah, nama, isi dan fungsi setiap lapisan tersebut berbeda. Susunan lapisan ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi.
6. Topologi Jaringan Komputer
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network.
(TM XI)
EDI (Electronic Data Interchange)
Biaya yang dikeluarkan untuk memproses satu order pembelian dalam organisasi relati besar. Untuk itu diperlukan suatu system untuk mengurangi penanganan order pembelian dimana dengan system interorganisasional bias mengurangi biaya komunikasi.
Sistem Interorganisasional adalah suatu pemrosesan data terintegrasi dan system komunikasi yang digunakan dua atau lebih organisasi partisipan.
Organisasi seperti ini bisa dalam bentuk bagian dari suatu kerjasama atau mungkin dalam bentuk hubungan pelanggan-pemasok. Hal yang unum dari sistem ini biasanya melibatkan pertukaran dokumen bisnis secara ektronis. Proses yang digunakan dalam hal ini disebut dengan Electronic Data Interchange.
Electronic Data Interchange adalah seperangkat standar dan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan komputer dalam organisasi yang terpisah mentransfer data secara elektronis.
Penelitian menyebutkan bahwa dengan sistem ini dapat mengurangi biaya untuk membuat order pembelian dari $25 menjadi hanya $5. Pengurangan biaya ini terjadi dalam hal biaya penyimpanan yang rendah dan pelayanan kepada pelanggan yang lebih responsif.
Namun banyak ahli mengatakan bahwa manfaat riil dari EDI adalah tidak dari otomasi pertukaran dokumen diantara perusahaan semata, namun dari integrasi (keterpaduan) sistem EDI itu sendiri. contohnya pembelian yang dilakukan secara kredit (utang) dan pembayaran utang secara elektronis. Integrasi sepeeti ini pada praktiknya rnengeliminasi pemasukan data duplikasi dan kesalahan serta inkonsistensi system jika transaksi tersebut dilakukan secara terpisah.
Mengapa EDI Penting Saat Ini?
- Kebutuhan untuk pertukaran informasi yang andal dan cepat dalam kaitan perubahan pasar, produk dan jasa.
- Evolusi pedoman, standar dan protocol.
- Penetrasi sistem informasi ke proses bisnis internal
- Kualitas teknis dan kecakapan teknologi informasi
- Diferensiasi produk/jasa melalui teknologi infomasi
- Globalisasi organisasi.
Saat ini EDI telah diterapkan secara luas dalam bidang transportasi, pabrikasi, dan bisnis retail.
Syarat-syarat Organisasional untuk menggunakan BDI.
Penelitian yang pernah dilakukan tentang penggunaan EDI disimpulkan bahwa EDI mungkin diterapkan dalam kondisi:
- Kerjasama antarparner, percaya satu sama lain, dan bekerja sama untuk mengatasi rintangan-rintangan awal.
- Infrastruktur teknis yang cocok dari perangkat keras, perangkat lunak, dan ahli-ahli telekomunikasi tersedia
- Konsultan aplikasi dan teknis selalu berada di tempat dalam proses EDI ini.
Standar Teknis yang diperlukan untuk EDI
Kesuksesan EDI secara teknis tergantung pada standar. Standar untuk EDI diperlukan karena format file kornputer, formulir, data dan definisi transaksi dan keseluruhan metode dalam memproses data bervariasi diantara perusahaan dan negara. yang diperlukan adalah :
- Order pembelian
- Pengakuan terhadap order pembelian
- Permintaan perubahan order pembelian
- Permintaan kuota
- Balasan untuk permintaan atas kuota
- Katalog penjualan dan harga
- Permintaan informasi tentang partisipan EDI
Menurut penelitian, setengah dari seluruh dokumen bisnis akan ditransmisikan dengan menggunakan EDI menjelang tahun 1995. Tentu saja bukti yang mendukung EDI itu sangat mengesankan. Misalnya, RCA mengestimasi bahwa setiap proses order pembelian dilakukan dengan alat konvensional dengan dugaan biaya $50, sementara setiap order pembelian yang diproses dengan Edi berbiaya $4 ($1 merupakan biaya komunikasi)
Tantangan bagi EDI, seperti halnya aprikasi telekomunikasi lainnya, adalah pengembangan seperangkat standar yang dapat diterima secara luas atau aturan-aturan dalam menjalankan transmisi EDI. Di Amerika Serikat ANSI teleh memuat standar EDI.
A. INTERNET
Selain fungsi telekomunikasi seperti diatas, maka saat ini juga telah berkembang teknologi jaringan komputer yang menggunakan media bantuan telekornunikasi. Sebenamya tidak ada definisi khusus dari internet. Sebagai gambaran umum intenet adalah suatu jaringan komputer global terbentuk dari jaringan-jiringan computer dan regional, memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung ke jaringan tersebut. Intemet pada mulanya merupakan suatu rencana dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) pada sekitar tahun 60an. Dimulai dari suatu proyek yang dinamakan ARPANET atau Advanced Research Projects Agency Network. Beberapa universitas di Amerika Serikat diantaranya UCLA, Starford, UC Santa Barbara dan University of Utah diminta bantuan dalam mengerjakan proyek ini dan awalnya telah berhasil menghubungkan 4 komputer di lokasi universitas yang berbeda tersebut. Perkembangan ARPANET ini cukup pesat jika dilihat perkembangan computer pada saat itu. sebagai gambaran, pada tahun 1977 ARPANET telah menghubungkan lebih dari 100 mainframe komputer dan saat ini terdapat lebih dari 4 juta host jarigan yang terhubung pada jaringan ini. Jumlah sebenamya dari komputer yang terhubung tidak dapat diketahui dengan pasti, karena perkembangan jumlah komputer yang terhubung dengan suatu jaringan semakin lama semakin besar.
Karena perkembangannya sangat pesat, jaringan komputer ini tidak dapat lagi disebut ARPANET karena semakin banyak computer dan jaringan-jaringan regional yang terhubung. Konsep ini yang kemudian berkembang dan dikenal sebagai konsep internetworking. Oleh karena itu istilah internt menjadi semakin populer, dan orang menyebut jaringan besar computer tersebut dengan istilah internet.
Metode Pengalamatan di Internet
Seperti halnya rumah-rumah penduduk, maka setiap komputer yang terhubungkan dalam internet mempunyai alamat tersendiri. Sistemnya hampir sama dengan tata cara pengalamatan nomor telepon, dimana setiap telepon mempunyai nomor telepon yang unik. Dengan konsep protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol, yakni suatu standar komunikasi antar komputer ataupun antar jaringan komputer dan merupakan satu konsep open system dimana protocol ini dapat diterapkan di hampir segala jenis platform computer), setiap komputer yang terhubung pada jaringan TCCP/IP, harus mempunyai suatu alamat yang unik. Alamat ini disebut Intemet Protocol Number (IP Number/IP Address), sebesar 32 bit dan direpresentasikan dalam bentuk desimal menjadi 4 bagian dipisahkan dengan titik. Pada saat ini ada konsep-konsep baru yang memungkinkan satu IP dipakai oleh lebih dari satu komputer.
Contoh : 202.155.1.100
Satu IP Address mempunyai suatu nama untuk dapat mempermudah mengidentifikasi suatu komputer di internet yang biasa disebut dengan host. Dalam pemberian nama host dikenal istilah domain, yang digunakan untuk menentukan posisi hirarki host dari jaringan interet ini. Dibawah nama domain dalam hirarki ini dimungkinkan adanya nama subdomain.
Penentuan nomor IP Address dan nama domain tidak dapat dilakukan secara sembarang, permohonan harus diajukan pada Internet Network Information Center (lnterNIC).
host.subdomain.domain
Contoh: www.stie-ww.ac.id
www adalah nama host, stie-ww adalah nama subdomain, dan ac.id adalah nama domainnya. Pengalamatan nama pemakai atau user pada host di intenret atau yang biasa juga disebut sebagai alamat E-Mail (Electronic Mail) adalah nama
@host.strbdomain.domain
Layanan Aplikasi di Internet
Beberapa layanan aplikasi di internet adalah :
- Electnonic Mail (E-Mail). Aplikasi ini adalah aplikasi yang paling binyak digunakan, dan termasuk salah satu dari aplikasi pertama di Internet. Dengan E-Mail, kita dapat mengirim dan menerima surat, pesan, dokurnen secara elektronis dengatn pemakai lain di intemet yang mempunyai alamat e-mail.
- News-USENET, digunakan sebagai sarana untuk berdiskusi antar pemakai jaringan intrmet. Aplikasi ini hampir serupa dengan suatu papan pengumuman, dimana setiap orang dapat mengirim, melihat dan menanggapi suatu berita atau suatu topik diskusi dengan fasilitas yang hampir sama dengan e-mail. Topik diskusi dipisahkan oleh group, dan pemakai yang berminat dapat melihat isi diskusi pada newsgroup tersebut.
- File Transfer Protocol (FTP). Untuk dapat mengirimkan dan mengambi data yang disimpan dalam bentuk file, digunakan aplikasi FIP antara pemakai dengan suatu FTP server Dengan adanya aplikasi ini, dimungkinkan untuk upload dan download data dalam format data berbentuk file seperti misalnya data aplikasi, gambar, database, dan lain-lain.
- Remote Login-Telnet. Telnet adalah suatu aplikasi remote login internet yang memungkinkan kita untuk log-in atau menggunakan komputer yang berbeda dijaringan secara interaktif. Untuk login dibutuhkan login account pada komputer tujuan, jika kita bukan user terdaftar maka tidak dapat login ke komputer tersebut.
(TM XV)
E-Commerce
PENGENALAN E-BISNIS & E-COMMERCE
AGENDA:
- Tujuan Pembelajaran
- E-Bisnis: Peluang & Risiko
- Perbedaan E-Bisnis & E-Commerce
- Konsumen & Adopsi Bisnis terhadap Teknologi
- Digital pada ec-ommerce & e-bisnis
- Halangan Masuk terhadap Teknologi Digital
- pada ec-ommerce & e-bisnis
- Kerangka Kerja McKinsey 7s
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan perbedaan e-bisnis dan e-commerce.
Merangkum alasan utama untuk mengadopsi e-bisnis dan ec-ommerce danentry-barrier- nya.
Menggunakan sumber daya untuk mendefinisikan perluasan adopsi dari internet sebagai media komunikasi bagi konsumen dan pebisnis. Menyarankan peluang bisnis untuk memperkenalkan e-bisnis dan ec-ommerce
Terminologi
Internet:
Jaringan fisik yang menghubungkan komputer ke seluruh dunia. Terdiri dari infrastruktur server jaringan dan hubungan komunikasi antar komputer yang digunakan untuk menyimpan atau mengirim informsi dari PC klien ke server web.
World Wide Web (WWW):
Sarana untuk memperkenalkan informasi di Internet. Diakses dengan web browser yang
menampilkan halaman web dengan grafik/multimedia di dalamnya.
Wireless Communication:
Transaksi elektronik dan komunikasi menggunakan peralatan mobile sepei laptop, PDA, Dan telepon genggam dengan format berbeda dari koneksi wireless.
Disruptive Internet Technologies (DIT):
Pendekatan komunikasi terbaru berbasis internet yang mengubah cara peukaran
informasi produk, yang berdampak pada basis persaingan di pasar.
E-Bisnis: Peluang & Risiko
Era dot.com berkembang pesat
Peluang e-bisnis berkembang dengan adanya penggunaan komunikasi elektronik:
Internet, World Wide Web, Wireless, Disruptive Internet Technologies (DIT).
Tiga karakteristik informasi jika dikombinasikan dengan DIT:
- Reach: jumlah pelanggan potensial yang dapat berinteraksi
- Richness: sifat dari informasi itu sendiri
- Affiliation: keefektifan dari hubungan dengan partner
(Evans & Wurster of Harvard: Strategic & the new economics of information)
E-Bisnis: Peluang & Risiko (2)
Risiko e-bisnis bervariasi dari risiko strategis hingga ke risiko praktis.
Risiko strategis adalah salah membuat keputusan terhadap investasi e-bisnis, sedangkan risiko praktis adalah kesalahan tindakan hingga mengecewakan pelanggan atau membuat citra buruk yang berdampak terhadap perusahaan, misal:
- Kepadatan situs web pada jam sibuk setelah iklan di TV.
- Hacker menerobos sistem dan mencuri data kartu kredit.
- Perusahaan mengirimkan email tanpa permisi ke pelanggan sehinggamengganggu privasi mereka.
- Problem dalam mengirimkan barang berdasarkan pesanan online.
E-Bisnis: Peluang & Risiko (3)
Terhadap pandangan bisnis, risikoe-commerce atas penyalahgunaan dan kegagalan sistem adalah:
- Kerugian finansial karena kecurangan.
- Pencurian informasi yang berharga.
- Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan.
- Penggunaan akses ke sumber tertentu oleh pihak yang tidak berhak.
- Kehilangan kepercayaan dari konsumen.
- Kerugian lainnya yang tidak terduga.
Perbedaan e-Bisnis dan e-Commerce
Definisi e-Commerce
Pembelian dan penjualan menggunakan internet.
Semua transaksi bermedia elektronik antara
organisasi dan pihak ketiga yang melakukan deal . Penukaran informasi melalui jaringan elektronik, pada setiap tahap rantai penyediaan, bahkan dalam organisasi, antar bisnis, antar bisnis dengan pelanggan atau antara sektor publik dan swasta, baik ada transaksi pembayaran maupun tidak.
Perbedaan e-Bisnis dan e-Commerce (2)
Perbedaan perspektif* terhadap e-Commerce (Kalakota & Whinston,1997) :
- Perspektif Komunikasi: mengantar informasi, produk/jasa atau pembayaran melalui elektronik.
- Perspektif Proses Bisnis: aplikasi teknologi terhadap transaksi bisnis secara otomatis dan alur kerja.
- Perspektif Pelayanan: memudahkan penghematan biaya pada saat yang sama ketika meningkatkan kecepatan dan kualitas layan-antar.
- PerspektifOnline : pembelian dan penjualan produk dan informasi secaraonline.
*Perspektif: pandangan, cara memandang
Sisi Penjualan (Sell side ) E-Commerce
Sisi penjualan e-Commerce tidak hanya menjual produk seperti buku dan CD, melainkan juga menggunakan teknologi internet untuk mencapai hasil optimal.
Ada 4 tipe situs web yang berfokus pada penjualan:
- Situs Traksaksi e-Commerce
- Situs Orientasi Pelayanan-Membangun Hubungan
- Situs Membangun Merek
- Situs Portal atau Media
Sisi Penjualan (Sell side ) E-Commerce (2)
Portal:
suatu situs perantara yang berfokus pada penyediaan sarana terhadap informasi yang
terdapat di situs lain, tapi juga menyediakan isi dan layanannya sendiri.
Enam Jenis Portal:
- Commercial (public) portals.
- Corporate portals.
- Publishing portals.
- Personal portals.
- Mobile portals: portal yang dapat diakses dengan telepon genggam.
- Voice portals: portal yang dapat diakses oleh telepon biasa atau telepon selular.
Perbedaan e-Bisnis dan e-Commerce (3)
Definisi e-Bisnis
Transformasi dari proses bisnis kunci melalui penggunaan teknologi internet Sesuatu jasa yang menyediakan pelayanan web kepada para klien (definisi dari IBM)
Dalam suatu organisasi dibedakan menjadi 2 (dua):
- Konsep yang dapat diterapkan pada strategi & operasional.
- Digunakan sebagai kata sifat untuk mendeskripsikan bisnis yang dioperasikan secaraonline.
Perbedaan e-Bisnis dan e-Commerce (4)
Konsumen & Adopsi Bisnis terhadap Teknologi Digital pada e-commerce & e-bisnis
Keuntungan dari layananonline terhadap Nilai Pelanggan:
- Content
- Customization
- Community
- Convenience
- Choice
- Cost Reduction
Bandingkan dengan 7 Cs (Raypo & Jaworski,2003):Context, Content,Community, Customization, Communication, Connection, Commerce.
Halangan Masuk terhadap Teknologi Digital pada ec-ommerce & e-bisnis
Halangan masuk bagi pemakai internet:
- Tidak ada benefit yang didapatkan
- Kurangnya kepercayaan
- Problem keamanan
- Kurangnya keahlian
- Biaya
Halangan Masuk terhadap Teknologi
Digital pada ec-ommerce & e-bisnis (2)
Halangan masuk bagi adopsi e-bisnis dan e-commerce :
Kerangka Kerja McKinsey 7S
- Akses internet
- Situs web atau halaman
- utama
- Extranet
- Intranet
- Telah mempunyai situs
- pembelian online
- Menggunakan internet untuk
- interaksi ke penguasa
- Biaya
- Kurangnya waktu & tenaga
- Kurangnya keahlian
- Penolakkan dari staf
- Keuslitan mengintegrasikan
- sistem TI
- Tidak sesuai dengan bisnis
- Kurangnya perhatian dari
- manajemen
- Keamanan
- Kurang dapat dipercaya
- Kurangnya dukungan
- pemerintah
- Pembatasanbandwith





